Minggu, 04 Mei 2014

Manusia dan Keadilan



DAFTAR ISI....................................................................................................  1

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................  2
            1.1 Latar Belaakang..........................................................................  2
1.2 Rumusan Masalah            ......................................................................  2
1.3 Maksud dan Tujuan....................................................................  2

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................   3
            2.1 Pengertian Manusia...................................................................  3
            2.2 Pengertian Keadilan.............................................................        3

BAB IV PENUTUP.........................................................................................    6
            3.1 Kesimpulan................................................................................   6

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................   

BAB I PENDAHULUAN
  
1.1   Latar Belakang

Pada dasar nya manusia dan penderitaan itu berdampingan. Setiap manusia pernah mengalami penderitaan dalam hidup nya. Penderitaan adalah sesuatu yang tidak menyenangkan yang dialami oleh manusia.Penderitaan ada yang berasal karena Tuhan dan ada juga yang berasal karena ulah manusia itu sendiri. Tuhan memberikan penderitaan kepada manusia agar manusia itu sadar dan berubah menuju jalan yang lurus yang telah ditentukan oleh Nya.Dibalik sebuah penderitaan manusia terdapat hikmah-hikmah yang positif yang bisa diambil oleh manusia untuk bisa merubah hidup nya menjadi jauh lebih baik lagi .

1.2 Rumusan Masalah

1.       Apakah pengertian manusia?
2.       Apakah pengertian Keadilan?


1.3 Maksud dan Tujuan

1.       Untuk mengetahui apa itu Manusia
2.       Untuk mengetahui apa itu Keadilan 

BAB II PEMBAHASAN




2.1 Pengertian manusia

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti “manusia yang tahu”), sebuah spesies primata dari golongan mamaliayang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalamagama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakatmajemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.
Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua.
Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama (penganut agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ), hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.

2.2 Pengertian Keadilan

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran" [1]. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil" [2]. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.
Macam macam Keadilan :
a. Keadilan Komutatif => perlakuan terhadap sesorang dengan tidak melihat jasa-jasa yg telah diberikannya. 
b. Keadilan Distributif => perlakuan terhadap seseorang sesuai dengan jasa-jasa yg telah diberikannya. 
c. Keadilan Kodrat Alam => memberi sesuatu sesuai dengan yg diberikan orang lain kepada kita. 
d. Keadilan Konvensional => keadilan yg diberikan jika seorang warga negara telah menaati segala peraturan perundang-undangan yg telah diberikan. 
e. Keadilan Perbaikan => keadilan yg diberikan jika seseorang telah bersaha memulihkan nama baik orang lain yg telah tercemar.


  
BAB III PENUTUP


2.1   Kesimpulan
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran.
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.
               

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Keadilan

               

               





Manusia dan Keindahan

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI....................................................................................................    1

BAB I PENDAHULUAN    ..................................................................................    2
    1.1 Latar Belaakang..........................................................................    2
1.2 Rumusan Masalah    ......................................................................    2
1.3 Maksud dan Tujuan....................................................................    2

BAB II PEMBAHASAN...................................................................................    3
    2.1 Pengertian Manusia...................................................................    3
    2.2 Pengertian Keindahan................................................................    3

BAB IV PENUTUP.........................................................................................    6
    3.1 Kesimpulan................................................................................    6

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................    6


BAB I PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang

     Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan            istilah kebudayaan, atau secara campuran. Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan.

1.2 Rumusan Masalah

1.    Apakah pengertian manusia?
2.    Apakah pengertian Keindahan?


1.3 Maksud dan Tujuan

1.    Untuk mengetahui apa itu Manusia
2.    Untuk mengetahui apa itu Keindahan




BAB II PEMBAHASAN


2.1 Pengertian manusia

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti “manusia yang tahu”), sebuah spesies primata dari golongan mamaliayang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalamagama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakatmajemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.
Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua.
Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama (penganut agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ), hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.

2.2 Pengertian Keindahan

Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya."
Kata benda Yunani klasik untuk "keindahan " adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk "indah" itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος, hōraios,  kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti "jam." Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan "berada di jam (waktu) yang sepatutnya.”
Sebuah buah yang matang (pada waktunya) dianggap indah, sedangkan seorang wanita muda mencoba untuk tampil lebih tua atau seorang wanita tua mencoba untuk tampil lebih muda tidak akan dianggap cantik. Dalam bahasa Yunani Attic, hōraios memiliki banyak makna, termasuk "muda" dan "usia matang."

Sebenamya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu
snatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas
jika telah dîhubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain
keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan bentuk
itu keindahan dapat berkomunikasi. Jadi.  bagi kita jika berbicara mengenai keìndahan.
tetapi jelas bagi kita jika berbicara mengenai sesuatu yang indah. Keindahan hanya sebuah
konsep, yang bam berkomunikasi setelah mempunyai bentuk. misalnya lukisan, pemandangan
alam, tubuh yang molek, ñlm, nyanyian.

Menumt The Liang Gie dalam bukunya “Garis besar estetika”. Menumt asal katanya.
dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beutiful” dalam bahasa
Perancis “beau”, sedang Italia dan spanyol “bello” berasal dari kata latin “be11un1". Akar
katanya adalah “bonum” yang berartì kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan
menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek sehingga ditulis “bellum

Menurut cakuparmya orang harus membedakan antam keindahan sebagai suatu kwalita

absuak dan sebagai sebuah benda tenentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa
Inggn's sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang
indah). Dalam pembatasan fxlsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan
saja. Disamping itu tendapat pula perbedaan menurut luasnya pengenian, yakni :

a) keindahan dalam ani yang luas

b) keindahan dalam ani estetis mumi

c) keindahan dalam ani terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan

Keindahan dalam arti luas merupakan pengem'an semula dari bangsa Yunani dulu
yang didalamnya tencakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah
dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan Keindahan sebagi sesuatu yang selaìn
baik juga menyenangkan. Plo'tinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang
indah Orang Yunani dulu belbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan
yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keìndahan dalam ani estetis yang
disebutnya ‘symmetn'a’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan ( misalnya pada karya
pahat dan arsitektur ) dan hannonia unluk keindahan berdasarkan pendengaran (musik), J adi
pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :

- keindahan seni
- keindahan alam
- keindahan moral
- keindahan intelektual

Keindahan dalam am' esteth mumi menyangkut pengalaman estetis dari seseorang
dalam hubungannya dengan segala sesîxatu yang dicempnya. Sedang keìndahan dalam ani

terbatas lebih disempilkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan
penglihatan. yakni berupa keindahan dan" bentuk dan wama.

Dari pembagian dan pembedaan terhadap keindahan diatas, masih belum jelas apakah
sesungguhnya keindahan itu. Ini memang mempakan suatu pelsoalan ñlsafati yang jawabannya
beraneka ragam. Salah satu jawaban mencan’ ciri-ciri umum yang ada pada semua benda
yang dianggap indah dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau kwalita hakiki itu dengan
pengertian keindahan. Jadi keindahan pada dasamya adalah sejumlah kwalr'ta pokok tenentu
yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling seringdisebut adalah kesatuan (unity),
keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan
(contrast).

Dari cin` itu dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dan’ berbagai
keselarasan dan kebaikan dan' gan's, wama, bentuk, nada dan kata-kata. Ada pula yang
belpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras
dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat.

Filsuf dewasa ini memmuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat
amara pencerapan-pencerapan inderawi kita (beaty is unity of formal relations of our sense
perceptions).

Sebagian  lain menghubungan pengertian keindahan dengan ide kesenangan
(pleasure), yang merupakan sesuatu yang menyenangkan terhadap penglihatan atau
pendengaran. Filsuf abad perlengahan Thomas Aquinos (1225~1274) mengatakan, bahwa
keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.

Temyata untuk menjawab “apakah keindahan itu” banyak sekali jawabannya. Karena
itu dalam estetika modern orang lebih suka berbicam tentang seni dan dan pengalaman
estetik, karena ini bukan pengalaman abstrak melainkan gejala konkret yang dapat ditelaah
dengan pengamatan secara empirik dan penguraian yang sistematik.


BAB III PENUTUP


2.1    Kesimpulan

Hubungan manusia dan keindahan adalah karena manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.




DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia
http://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan
http://ebookbrowsee.net/bab5-manusia-dan-keindahan-pdf


  

  



Manusia dan Kebudayaan

1.Manusia
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamaliayang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalamagama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakatmajemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.
Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua.
Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama (penganut agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ), hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.
Manusia trdiri dari beberapa unsur, yaitu:
1.    Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait yaitu :
•    Jasad : badan kasar manusia yang tampak dari luar, dapat diraba dan menempati ruang
•    Hayat: mengandung unsur hidup yang ditandai gerak
•    Ruh: bimbingan tuhan yang bekerja secara spiritual yang memahami kebenaran
•    Nafs :kesadaran tentang diri sendiri

2.    Manusia sebagai suatu kepribadian memiliki 3  unsur, yaitu :
•    Id : merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak tampak.   Merupakan libido murni, atau energy psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional
•    Ego : bagian yang pertama kali dibedakan dengan ID,  disebut kepribadian eksekutif karena peranannya dalam menghubungkan energy Id ke dalam saluran social yang dapat dimengerti orang lain
•    Super Ego : kepribadian yang muncul paling akhir sekitar usia 5 tahun. Super ego terbentuk dari lingkungan ekternal. Super ego merupakan kesatuan standar moral yang diterima ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas dalam lingkungan luar diri





2.Kebudayaan
    Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Unsur-Unsur[sunting | sunting sumber]
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1.Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
•alat-alat teknologi
•sistem ekonomi
•keluarga
•kekuasaan politik
2.Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
•sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
•organisasi ekonomi
•alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
•organisasi kekuatan (politik)



Kebudayaan dan Komponen
1.Wujud
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
•Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh.
•Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu.

•Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan.<br />
&nbsp;2.Komponen
Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli antropologi Cateora, yaitu :
•Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
•Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
•Lembaga social
Lembaga social dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan social masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier
•Sistem kepercayaan
Bagaimana masyarakat mengembangkan dan membangun system kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.
•Estetika
Berhubungan dengan seni dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat, drama dan tari –tarian, yang berlaku dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai tujuan dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah dan bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning dan buah – buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut.
•Bahasa
Bahasa merupakan alat pengatar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah, bagian dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sidat unik dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Jadi keunikan dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari dan dipahami agar komunikasi lebih baik dan efektif dengan memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain.


Kamis, 06 Maret 2014

PENGERTIAN, TUJUAN DAN RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR


1. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar adalah Ilmu yang mempelajari dasar dasar atau nilai nilai tentang budaya dan juga mengajarkan tentang bagaimana menangani masalah yang di hadapi sehari hari. Ilmu budaya dasar juga di harapkan dapat memberikan pengetahuan dasar kebudayaan suatu negara.


2. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar bertujuan untuk mengenalkan budaya yang ada di sebuah negara dan juga untuk mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya dasar juga sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kepribadian seseorang dengan cara memperluas pikiran orang tersebut terhadap budaya.


3. Ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar mencakup beberapa bidang seni antara lain seni tari, seni rupa dll. Ilmu budaya dasar ini tidak hanya mempelajari tentang konsep konsep kebudayaan saja tapi ilmu budaya dasar ini juga dapat  mengkaji masalah sehari hari. Perdebatan terhadap berbagai budaya ini di lakukan dengan pengetahuan budaya  baik dengan suatu keahlian maupun dengan pendekatan berbagai keahlian. 

Minggu, 12 Januari 2014

TABEL CITA-CITA

TABEL CITA CITA

Cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya, bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka

Tahun
Keterangan
Nilai
2007
Lulus SD dengan masuk peringkat 10 besar dan masuk SMA Negeri 01 Cibarusah
9
2010
Lulus SMP dengan NEM yang yang tidak jelek dan juga tidak terlalu bagus.
Masuk SMA Negeri 01 Cibarusah. Dikelas 10 saya mendapatkan peringkat  ke 7 di semester ganjil dan peringkat 6 di semester genap.
7
2011
Naik ke kelas 11 dan masuk jurusan IPA. Dan di kelas sebelas mulai aktif mengikuti ekskul futsal.
8
2013
Naik ke kelas 12 nilai semester ganjil agak menurun namun pada semester genap nilai kembali naik. Dan di kelas 12 ini berhasil menjadi juara 3 lomba futsal.
7
2014
Lulus dengan hasil NEM yang memuaskan dengan hasil sendiri.
Mencoba Jalur Undangan untuk masuk Universitas Negeri tapi tidak lolos jalur seleksi
Karena tidak di terima di Universitas Negeri, langsung mendaftar di Universitas Gunadarma dan mengambil jurusan Teknik Informatika.
8




Wawancara Dengan Tukang Bakso


Saya                 : Permisi Mas saya ada tugas kuliah untuk wawancara, boleh minta waktu sebentar untuk di wawancara?

Mas Joko        : Iya de silakan.


Saya                : Makasih mas. Pertama saya mau tanya mas lulusan apa dan tahun berapa    mas?
Mas Joko        : Saya hanya lulusan SMA pada tahun 1988.


Saya                : Oh, trus knp Mas ga lanjut kuliah?


Mas Joko        : Kepengennya sih gitu de tapi ga ada biaya.


Saya                 : Lalu kapan mas pindah ke Bekasi?


Mas Joko        : Pertama kali saya pindah ke sini tahun 2005  


Saya                : Sebelum pindah kesini mas tingal dimana?


Mas Joko        : Sebelum saya tinggal disini saya tinggal di Solo karena asalnya saya juga dari Solo


Saya                : Jadi asalnya mas ini asli Solo ya, lalu pada tahun berapa mas nikah?


Mas Joko         : Saya nikah tahun 1995, dan sampai sekarang saya sudah mempunyai dua anak.


Saya                : Pertama kali mas dagang bakso ini , berapa modal yang mas gunakan?


Mas Joko        : Modal pertama yang dipakai 1 jt, itu pun saya minjam duit sama teman.


Saya                : Oh, jadi seperti itu awalnya, lalu di pakai buat apa aja modal 1 jt itu mas?


Mas Joko        : Modalnya dipakai untuk membuat gerobak ,kira-kira habis 600rb, dan sisanya untuk membeli bahan bahan untuk membuat bakso.


Saya                : Trus kemana saja mas berjualan bakso?


Mas Joko        : Saya hanya keliling keliling perumahan terdekat saja.


Saya                : Jam berapa tuh mas keluarnya kalo jualan bakso, dan sampe jam berapa?


Mas Joko        : Ya saya mulai kekliling habis asar, kalo sampai jam berapa itu tergantung sampe baksonya habis saja.


Saya                : Jadi gitu ceritanya , kalau boleh tahu pendapatan mas perharinya berapa ya?

Mas Joko        : Perharinya saya mendapat kira kira 50-100rb.


Saya                : wah lumayan juga ya.


Mas Joko        : ya ,alhamdullilah saya bersyukur kepada Allah SWT. sudah di kasih rezeki.


Saya                : saya lihat sekarang mas sudah nambah gerobak lagi dan juga sudah mempunyai tempat sendiri?


Mas Joko        : ya ni, sekali lagi saya bersyukur, sudah di beri rezeki oleh Allah SWT.


Saya                : Mas punya berpa pegawai dan gerobak baru, sekarang ini.?


Mas Joko        : Saya sudah mempunyai 3 gerobak dan 5 pegawai baru, 3 untuk keliling dan 2 lagi untuk bantu bantu saya, lumayan lah memperbesar penghasilan.


Saya                : haha bisa aja mas, sekarang berapa kira-kira pendapatan mas dari seluruh pegawai dan mas sendiri dari hasil berdagang bakso?


Mas Joko        : kira-kira hasil yang saya dapat dari berjualan bakso sekarang, bisa mencapai kurang lebih 1.500.000rb


Saya                : wuh , lumayan ya mas, terus berapa anda gaji pegawainya ?


Mas Joko       : saya beri gaji pegawai 30% dari dia berdagang sendiri.


Saya                : dari hasil yang anda dapat dari berdagang bakso tersebut, apa saja yang sudah anda beli ?


Mas Joko        : Alhamdulillah saya, sudah membeli rumah yang saya inginkan, walaupun ga gede gede banget dan juga motor


Saya                : wah, hebat ya si mas ini, hehe. Lalu apa mas akan membuat cabang bakso lagi di tempat lain?


Mas Joko        : Ya kalo itu sih saya memang ada niat untuk membuka cabang di tempat lain, dan sekarang sedang mencari tempat yang pas.


Saya                : Oh begitu, ya semoga jualan baksonya tambah sukses, tambah banyak cabang di tempat lainnya ya mas.


Mas Joko        : Amin, makasih de buat do’a nya.


Saya                : Ya udah mas mungkin cukup buat wawancaranya, makasih buat waktunya


Mas Joko        : Sama sama de, semoga ade juga sukses buat kulianya.

Senin, 09 Desember 2013

Futsal

Futsal adalah permainan sepak bola di dalam ruangan, permainan ini menggunakan bola sama seperti sepak bola tapi futsal hanya di mainkan oleh 5 orang setiap timnya dan juga ukuran lapangan & bolanya lebih kecil. Futsal juga memiliki induk organisasi yaitu FIFA dan AMF. Futsal ini sendiri berasal dari bahasa portugis yaitu futbol dan sala, futsal pertama kali di populerkan di Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani dan langsung mendapat perhatian di Amerika Selatan khususnya Brasil. Kejuaran Dunia  Futsal untuk pertama kali di gelar di Brasil tahun 1982 atas bantuan FIFUSA, sedangkan pertandingan Internasional Futsal pertama kali di adakan di Amerika Serikat pada Desember 1985.

Ukuran Lapangan Futsal :
  1. Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 18-25 m
  2. Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
  3. Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari masing-masing tiang gawang
  4. Titik penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
  5. Titik penalti kedua: 10 m dari titik tengah garis gawang
  6. Zona pergantian: daerah 5 m (5 m dari garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
  7. Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
  8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasi
















 
 Ukuran Bola :

  1. Ukuran: 4
  2. Keliling: 62-64 cm
  3. Berat: 0,4 - 0,44 kg
  4. Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
  5. Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu bahan tak berbahaya)

Jumlah Pemain per tim :

  1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
  2. Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2 (tidak termasuk cedera)
  3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
  4. Jumlah wasit: 2
  5. Jumlah hakim garis: 0
  6. Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas

Lama Permainan :

  1. Lama normal: 2x20 menit
  2. Lama istirahat: 10 menit
  3. Lama perpanjangan waktu: 2x5 menit (bila hasil masih imbang setelah 2x20 menit waktu normal)
  4. Ada adu penalti ( maksimal 5 gol )
  5. Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
  6. Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit